Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.. Saudariku yang di rahmati Allah Ta'ala , InsyaAllah saya akan mencoba mengulas mengenai...

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..

Saudariku yang di rahmati Allah Ta'ala , InsyaAllah saya akan mencoba mengulas mengenai Al-Qawaamah atau kepemimpinan dalam rumah tangga yang dimana tidak sedikit dari saudari kita mengabaikan akan hal ini. Tentu kita sebagai istri ingin sekali menjadi seorang isteri yang shalihah dan menjadi calon bidadari surga. Dimana Allah Ta'ala menjanjikan surga itu bagi kita.

Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

Saudariku yang shalihah, Atas ijin Allah Ta'ala , Ustadz Abdullah bin Muhamad Al-Dawud dalam bukunya yang sangat luar biasa yaitu " Kado Pernikahan "  banyak mengupas habis mengenai Tugas dan kewajiban suami dan isteri, salah satunya mengenai Al-Qawaamah .

Beliau mengatakan bahwa, Kita tidak bisa mengatakan suatu keluarga telah merasakan manisnya al-qawaamah selama didalamnya tidak terlihat hal-hal berikut ini :
- Abdullah bin Abbas menyatakan bahwa makna al-qawaamah dalam Firman Allah Ta'ala surat An-Nisa' ayat 34 adalah para pemimpin. Sang istri wajib mematuhi perintah Allah Ta'ala untuk taat kepada suaminya. Gambaran ketaatannya adalah berlaku baik kepada keluarga suami, menjaga harta bendanya, dan mensyukuri suami atas nafkah dan usahanya untuk membahagiakannya.
- Dari As-Suddi, ia menyatakan bahwa makna al-qawaamah adalah para suami membimbing dan mendidik istrinya.
- Termasuk tugas kepemimpinan suami dalam rumah tangga mengarahkan istrinya, membimbingnya menuju kebenaran, dan tidak membiarkan nya menjadi sasaran media masa yang cenderung merusak. Kita mempunyai teladan yang baik yang itu generasi awal, terutama pergaulan dan sikap baik kaum anshar kepada isteri-isteri mereka.
Urusan keluarga tidak jauh berbeda dengan urusan pemerintah negara yang tidak mungkin dipimpin oleh dua orang presiden. Satu mobil tidak bisa berjalan dengan dua sopir. Seorang isteri yang berusaha merebut kepemimpinan keluarga tidak ubahnya seseorang yang merebut posisi sopir untuk menjalankan mobil.

Subhanallah, jelas sekali ya shalihah bahwa seorang isteri itu harus taat kepada suaminya. Dan suami adalah pemimpin bagi mereka.

Semoga bermanfaat dan rumah tangga kita senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah Ta'ala.
Aamiin

Senin, 30 April 2018

Makna Al-Qawaamah ( Kepemimpinan Dalam Rumah Tangga )

Pengarang Unknown di 10.35 0 celoteh

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..

Saudariku yang di rahmati Allah Ta'ala , InsyaAllah saya akan mencoba mengulas mengenai Al-Qawaamah atau kepemimpinan dalam rumah tangga yang dimana tidak sedikit dari saudari kita mengabaikan akan hal ini. Tentu kita sebagai istri ingin sekali menjadi seorang isteri yang shalihah dan menjadi calon bidadari surga. Dimana Allah Ta'ala menjanjikan surga itu bagi kita.

Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

Saudariku yang shalihah, Atas ijin Allah Ta'ala , Ustadz Abdullah bin Muhamad Al-Dawud dalam bukunya yang sangat luar biasa yaitu " Kado Pernikahan "  banyak mengupas habis mengenai Tugas dan kewajiban suami dan isteri, salah satunya mengenai Al-Qawaamah .

Beliau mengatakan bahwa, Kita tidak bisa mengatakan suatu keluarga telah merasakan manisnya al-qawaamah selama didalamnya tidak terlihat hal-hal berikut ini :
- Abdullah bin Abbas menyatakan bahwa makna al-qawaamah dalam Firman Allah Ta'ala surat An-Nisa' ayat 34 adalah para pemimpin. Sang istri wajib mematuhi perintah Allah Ta'ala untuk taat kepada suaminya. Gambaran ketaatannya adalah berlaku baik kepada keluarga suami, menjaga harta bendanya, dan mensyukuri suami atas nafkah dan usahanya untuk membahagiakannya.
- Dari As-Suddi, ia menyatakan bahwa makna al-qawaamah adalah para suami membimbing dan mendidik istrinya.
- Termasuk tugas kepemimpinan suami dalam rumah tangga mengarahkan istrinya, membimbingnya menuju kebenaran, dan tidak membiarkan nya menjadi sasaran media masa yang cenderung merusak. Kita mempunyai teladan yang baik yang itu generasi awal, terutama pergaulan dan sikap baik kaum anshar kepada isteri-isteri mereka.
Urusan keluarga tidak jauh berbeda dengan urusan pemerintah negara yang tidak mungkin dipimpin oleh dua orang presiden. Satu mobil tidak bisa berjalan dengan dua sopir. Seorang isteri yang berusaha merebut kepemimpinan keluarga tidak ubahnya seseorang yang merebut posisi sopir untuk menjalankan mobil.

Subhanallah, jelas sekali ya shalihah bahwa seorang isteri itu harus taat kepada suaminya. Dan suami adalah pemimpin bagi mereka.

Semoga bermanfaat dan rumah tangga kita senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah Ta'ala.
Aamiin